Judul-judulan.
Karya Dwi Hermawan dan Siti Al-Muhajirin
Dingin ....
Tidak ada kehidupan.
Mentari tak bersinar lagi. 😱😱😱
Dan kau pun pergi.
Bersama hujan yang mulai mereda ☹☹☹
Rasa itu hanyut, pergi ke sembarang arah.
Angin menerbangkan asa yang tidak seberapa.
Terhempas, melayang, jatuh bertubi ke dasar tanah.
Terkubur bersama harapan-harapan yang telah pupus.
Membenamkan kisah pilu di bawag pusara.
Termangu pada kenangan-kenangan yang tak dapat terulang lagi.
Sesak, hanya itu yang terasa ....
Tiada penawar bagi hati yang terluka.
Selain kasih dan cinta yang pernah kau beri.
Tiada lagi bisa kaki-kaki untuk melangkah menuju masa depan.
Yang tersisa hanyalah bayang semu, tentang kisah kasih kita.
Bayanganmu terbias pada pelupuk mata yang enggan untuk dienyahkan.
Ingin kubinasakan, agar kenanganmu tak membuntuti setiap saat.
Pintu yang terkunci rapat ini akan selalu terbuka untukmu yang mencari sandaran hati.
Memberi seteguk kebahagiaan, sesuap cinta dan sebejana rindu.
Puisi dadakan saja sudah keren, apa lagi kalau dipoles lagi 😍😍😍
BalasHapusSiapa dulu dong, coach KMC 😎
HapusPuisi dadakan saja sudah keren, apa lagi kalau dipoles lagi 😍😍😍
BalasHapusBenar-benar dimasukin 😄😄😄😄
BalasHapusTerniat 😂😂😂
Hapus